Pactum | 71

1140 Kata

Ketika sadar dari pingsannya, yang pertama kali keluar dari mulut Natasya hanyalah baby Zeline. Bahkan saat kedua kelopak mata Natasya belum terbuka seluruhnya, nama Zeline sudah beberapa kali Natasya sebut penuh cemas. Kenan langsung meninggalkan sofa, menghampiri Natasya cepat. "Sayang, akhirnya ... kamu sadar juga. Ada yang sakit?" "Baby Zeline, d-di mana anakku?!" Mulai panik dan kembali menangis. Tubuh Natasya seketika bergetar, Kenan tahu bahwa wanita di hadapannya ini sedang ketakutan. "Baby Zeline sedang bersama Mama. Tadi menangis, jadi Mama berusaha menenangkannya ke luar." Mendengar kata 'luar', Natasya langsung membelalak. Menggelengkan kepalanya tegas. "T-tolong bawa ke sini anakku. Di luar berbahaya. Baby Zeline, aku mau anakku!" "Hei ... Sayang, tenanglah. Maksudku kelu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN