Pactum | 18

1512 Kata

Setelah sarapan, Natasya berniat berangkat ke toko bunganya saja. Dari pada bosan di rumah, lebih baik dia bergegas mencari angin segar di luar. Sepertinya di toko bunga lebih membuatnya tenang, banyak di rumah Natasya jadi stress. Harusnya hari ini dia mengunjungi ayahnya, tapi Kenan malah keluar kota. Natasya tidak bisa mengunjungi ayahnya seorang diri, harus bersama Kenan--itulah perjanjian awal. Entah apa yang Kenan lakukan pada ayahnya, hanya saja ruangan itu bisa dibuka dan dikunjungi orang luar jika Kenan mengizinkannya. Aneh, ya ... memang sangat aneh. "Pak, tolong antarkan ke toko bunga, ya." Natasya mengulas senyum tipis pada salah seorang kepercayaan Kenan. Dia meminta tolong dengan sopan. Pria berusia setengah abad itu membalas senyum Natasya, namun setelahnya menggeleng pel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN