"Elu itu memang keterlaluan ya, Jen? Kenapa Nak Jimmy sampai kepalanya bocor begini? Lu sengaja suruh si Karto, kan? Sebenarnya mau lu itu apa? Masih punya hati nggak sih sama Nak Jimmy?" repet Mak Ratna, sembari memperhatikan dokter yang menjahit kepala Jimmy. "Ssttt... Mak! Nanti aja ngom--" "Apa? Nanti aja apa? Kalo seandainya lu nggak punya perasaan sama dia? Kenapa selama di sini lu pelototin muka Nak Jimmy terus di f*******:? Lu kira Emak ini nggak tau apa yang lu buat? Lu kira Fatma bakalan diam pas Emak salahkan sebagai orang yang ngehasut lu balik kerja ke Malaysia?" sanggah Ratna Anjani tak mau berhenti bicara. "Nggak apa-apa, Mbak. Biarin aja Ibunya bicara. Ini jahitan sudah selesai kok. Palingan pasien sedikit lagi sadar," dokter pun ikut menimpali dan Ratna kembali berak

