Nadine mengangguk tanda setuju yang di katakan mas Daniel. "Mas, Nadine sangat takut dengan yang Nadine alami, Nadine juga kahir – akhir ini suka bermimpi buruk seperti sesak dan tidak bisa bernafas. Bau alkohol dan laki – laki yang lebih dari satu sedang berbicara. Daniel terdiam mendengar setiap kalimat yang Nadine keluarkan, untung saja Daniel tidak menutupi apapun dari paman ed. Jadi paman ed dapat mengatasi hal – hal yang patut di bicarakan. "Setelah makan , langsung istirahat. Biar besok kita bisa bangun pagi dan cepat ke sana . "Iya baiklah mas.. Nadine membersihkan semua yang ada di meja dan merapikan nya dan beranjak untuk tidur. Wajah nya murung dan sendu, sepertinya Nadine memilki terlalu banyak hal yang di pendam dalam hati. Daniel terus memperhatikan Nadine. Tapi tidak be

