1 Minggu persiapan sudah selesai, Daniel memberikan kabar baik pada Nadine. Bahwa Nadine sudah boleh masuk kampus pada bulan depan. Nadine yang sangat cinta akan anak - anak langsung bersemangat menjalani terapi nya. Impiannya menjadi dokter anak akan segera dia jalani. Tapi bagaimana pun akibat koma yang lebih dari satu tahun, kini kaki Nadine agak sulit untuk berjalan.
"Bagimana ? apa Nadine bisa pergi kuliah ? ucap Daniel pada Nadine.
"Bisa gak kalau mas Daniel bantu Nadine nanti.
"Bantu apa ?
"Nadine belum lancar berjalan, jadi Nadine minta tolong mas Daniel buat gendong Nadine dari mobil ke kursi kampus.
"Terus kalau ke toilet gimana tanya mas Daniel.
"Kalau itu urusan Nadine mas ucap Nadine tersipu malu atas pertanyaan Daniel.
Orang tua Nadine yang melihat interaksi Nadine dan Daniel sangat bersyukur. Nadine bisa kembali ceria lagi saat ini.
"Mas Daniel ganteng banget Nadine suka ucap Nadine tersenyum pada Daniel.
Daniel yang mendengar kalimat itu dari Nadine melipat bibirnya menahan senyum lebar yang akan keluar. Rasa bahagia menyelimuti hati Daniel, sangat senang rasanya bila Nadine terus mengatakan itu setiap hari pikir Daniel dalam hati.
Seseorang dari jauh selalu memperhatikan Nadine, entah siapa itu. Tapi Daniel yang sudah malang melintang di dunia bisnis mempunyai kepekaan akan hal - hal yang mengganjal.
"Rey, kamu sewa beberapa orang untuk mengawasi Nadine dari jauh. Jangan sampai Nadine tau. Dan sebisa mungkin orang- orang profesional karena akan ikut ke Singapura selama Nadine kuliah di sana. Ucap Daniel pada rey asisten pribadinya.
Malam telah tiba waktunya Nadine beristirahat. Nadine masih di rumah sakit karena Tante Sania pikir lebih baik Nadine habiskan waktu untuk terapi. Dan masalah keberangkatan nanti langsung saja dari rumah sakit. Semua yang di katakan Tante Sania tidak pernah terbantahkan karena itu hal yang benar dan sangat rasional.
Hari ini telah tiba, Nadine dan Daniel sudah siap untuk berangkat pulang ke Singapura.
"Nadine kan pinter masak, jangan lupa masakin mas Daniel sebelum berangkat kuliah . Kasian kan mas Daniel makan makanan di resto terus. Banyak penyedap masakannya ucap Bunda Nadine tulus.
"Siap Bunda buat mas Daniel apa saja ucap Nadine dengan senyum manisnya.
Bila di lihat dari umur Nadine sudah termasuk remaja yang sudah diperbolehkan menikah oleh Negara. Tapi bila melihat dari segi pembawaan, Nadine betul - betul masih membawa kelakuan remaja tanggung. Ada rasa senang dan sedih bagi Daniel, senang karena Nadine bukan wanita nakal yang biasa di lakukan para gadis pada umurnya. Sedih karena Daniel harus benar hati - hati mendekati istrinya itu.
Tidak butuh waktu lama untuk mencapai Negara tetangga . Kini Daniel dan Nadine telah sampai di Panthouse milik Daniel. Panthouse ini satu tempat dengan Kantor Pusat perusahaan milik Daniel The Sweet.
"Mas, Ini di letakkan di mana tanya Nadine pada Daniel.
"Apa saja itu ?
"Makanan biasa mas, kan Nadine suka ngemil.
"Ngemil ? tapi kok tidak gemuk - gemuk ucap Daniel.
"Heheheh... iya sih mas.
"Na, Daniel memanggil Nadine dan membelai rambut hitam panjang milik Nadine.
"Ada apa mas ? Nadine menatap mata teduh milik Daniel.
"Tidak, selesai beres - beres langsung mandi dan tidur ya, ucap Daniel sambil mengecup kening Nadine. Mas mau ke kamar dulu.
Nadine masih membatu di tempatnya, jantung Nadine bekerja cepat setiap Daniel berada di dekatnya.
"Perasaan apa ini, aduh Nadine kamu masih kecil. Mana mau mas Daniel yang super tampan punya hati sama kamu ucap Nadine pada dirinya sendiri.
Nadine telah selesai dengan segala keribetannya, "Mau mandi terus vc sama Ayah Bunda ucap Nadine pada diri sendirinya.
"Jangan lupa sholat ucap Daniel yang baru saja lewat dan mendengar ucapan Nadine.
"Eh iya mas. ucap Nadine tersenyum.
Mandi adalah momen yang paling Nadine suka, karena bisa melepaskan stres dan lelah karena macet dan keadaan emosional sepanjang hari.
Sholat terus vc sama Bunda, Nadine menunaikan kewajibannya dan di lanjutkan dengan video call bersama orang tuanya.
"Hallo Bunda, Ayah apa kabar di sana?
"Igh anak Bunda sudah nanya kabar aja, kita kan baru aja tadi pagi pisah nya ucap Bunda.
"Tapi Nadine kangen sama Ayah dan Bunda.
"Jangan manja terus na, di sana kan ada mas Daniel yang harus kamu urus.
"Iya Bunda.. Nadine tau . Emang Nadine tidak boleh manja - manja sama Bunda ya ?
"Boleh banget dong sayang ku. Sudah makan malam gak nih ?
"Oh ya ampun Bunda , Nadine siapin makan malam dulu. Nadine lupa ucap Nadine buru - buru ke dapur.
"Oce sayang Bunda, masak yang Enak biar mas Daniel tambah sayang.
"Bunda... apaan sih! Nadine matiin ya.
Nadine memeriksa semua alat dapur dan bahan yang akan Nadine masak. "Malam ini Enaknya buata apa ya ? ucap Nadine sambil meletakkan jari telunjuk di bibirnya.
"Gimana kalau masak cinta aja ucap mas Daniel yang tampaknya baru selesai menunaikan kewajiban.
"Waw, mas nya Nadine ini terlalu pintar ngegombal ucap Nadine tersenyum manis kepada Daniel.
"Masak apa aja na, pasti mas makan ucap mas Daniel lagi sambil menarik kursi meja makan.
"Mas Daniel kok ganteng banget sih ucap Nadine tersenyum manis. Sudah punya pacar belom ?
"Pacar sih belum, tapi istri sudah
"Hah.. yang benar mas ?
"Hehehhee, bercanda na.