Daniel menarik baju Jonathan dan mendorongnya keluar dari Panthouse. "Aku pikir kita bisa berteman seperti biasa, ternyata aku salah. Kau masih saja gila , ucap Daniel sambil menutup pintunya. BRAK ! Daniel mengatur nafasnya, hatinya masih kesal dengan Jonathan yang ternyata belum berubah. Padahal Daniel sudah berusaha untuk menerimanya lagi sebagai sahabat. Daniel merasa salah langkah karena telah mengubungi Jonathan saat Nadine pertama kali terkena serangan panik. Tapi mau bagaimana lagi, saat itu paman ed sedang di London. "Apa kau begitu mencintai nya Daniel.. lirih Jonathan dari balik pintu. Daniel mengangkat tubuh Nadine dan memindahkan nya di ranjang. Daniel pun kembali ke kamarnya, kepalanya sungguh pusing . belum lagi dia masih terkejut dengan kehadiran Jonathan di rumah nya.

