"Ah... oem.... Nadine hanya mengerang panjang ketika ia menerima penyatuan dan hentakan sempurna dari suaminya. Aliran darahnya terasa berapi – api, tak dapat di kontrol lagi membuat nan ikut bergoyang mengikuti irama yang Daniel berikan. Daniel terasa begitu panas, membuat denyutan di bagian bawah miliknya makin mencepat. Sesekali Nadine mengangkat bahunya dan bergelayut pada leher Daniel selagi mengikuti gerakan nya. Daniel yang tidak berhenti mengertakkan rahangnya ketika menahan seluruh gairah yang seakan ingin meledak saat itu juga. Istrinya itu begitu sempit menghimpitnya, hingga membuat Daniel seakan ingin berteriak frustasi untuk memuaskan hasratnya sendiri. "Sayang, kamu benar-benar sempit.” Racau Daniel dalam gerakan nya yang tiba – tiba terhenti. Nadine merasakan kepanasan da

