PERTEMUANKU DENGAN DIA

292 Kata
Hiyya POV Setelah aku menerima telpon dari Tasmira sahabatku, ada seseorang yang mengahmpiriku. “Assalamu’alaikum.” Sapanya. “Wa’alaikum salam.” kataku sambil melihat ke arahnya. Yang menghampiriku ternyata seorang pria. Ku lihat wajahnya. Wajahnya tampan, putih dengan hidung mancung. Kelihatannya pria ini bukan orang dari desaku. Pakainnya pun terkesan formal dengan kemeja panjang biru muda yang ia lipat sampai siku, celana kain warna hitam serta jas yang ia bawa. “Sepertinya dia orang kantoran, dengan pakaian dan wajah yang tampan itu.” batinku. “Ataugfirullah.” kemudian segera ku tepis pemikiran itu. Dia bukan mahramku. “Ehem maaf apa sandalmu belum ketemu juga ukhti ?” tanyanya. “ehm iya anu belum akhi, manah saya juga buru-buru lagi.” kataku sambil terus mencari sandalku. “Oh kalau begitu ukhti pakai punya saya saja. Kasian yang nunggu Ukhti.” katanya memberi bantuan. “Eh ndak ndak usah akhi.....” kataku. “Ya kali aku ketemu temen-temen pakek sepatu kantor, sepatu pria lagi. Bisa diketawain aku nanti.” batinku tanpa melihat sedikit pun ke arahnya karena aku takut dosa akibat zina mata. “Oh tenang ukhti, bukan sepatu kok, ini sandal kok ukhti pakai saja. tidak apa-apa.” katanya sambil meyodorkan sandalnya. Ku hentikan pekerjaanku mencari sandal. “Kok dia bisa tau isi pikiranku ya.” kataku dalam hati. “mmm, ndak usah akhi nanti akhi pulang pakek apa, biar saya nyeker aja deh gak papa.” kataku menolak dengan halus. “Udah...ndak papa pakek saja.” katanya lagi. “Oh...kalau gitu syukron akhi oh ya saya duluan ya assalamu’alaikum.” “Waiyakum  ukhti wa’alaikumsalam” katanya. Aku pun pergi dari masjid. Entah mengapa jantung ini jadi deg-degan. “Huh...Alhamdulillah....gak jadi keperangkap dosa.” kataku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN