Hening menjadi teman Elena selama berada di bandara. Ruang tunggu VIP ini hanya berisi Kynnan, Elena, dan Taylor. Kynnan yang duduk tidak jauh dari Elena memilih untuk tetap diam dan menggunakan ponselnya. Elena merutuki keputusannya untuk bicara pada Kynnan sore tadi. Saat ini Elena benar-benar merasa gugup karena ini adalah kali pertamanya untuk berpergian jauh dan menggunakan pesawat. “Pesawat sudah siap, Tuan. Kau bisa berangkat sekarang.” Suara seorang petugas bandara membuat Elena memandang kearahnya. Rasa gugup semakin menguasai diri Elena sampai keringat terus keluar membasahi hampir sekujur tubuhnya. Kynnan bangkit dan menyimpan ponsel disakunya. “Ayo, Elena.” Elena mengangguk pelan. Mau tidak mau ia harus pergi sekarang, dan akan kembali memulai lembaran baru dihidupnya; itul

