Mendebarkan

1517 Kata

"Mas!" Aku hampir melayangkan komplain pada Mas Arkan yang segala tindak-tanduknya terasa makin menjadi sejak menikah denganku. "Iya, Sayang?" Tanpa sungkan dia mengulang lagi panggilan menyebalkan itu di hadapan semua orang. Benar-benar menjengkelkan! "Kenapa selalu manggil Sa—?" Aku tak melanjutkan pertanyaan saat semua mata seperti menantikan apa yang akan aku tanyakan pada dokter satu ini. Terlebih lagi Ibu, sudah seperti kucing bertemu tikus saja tatapannya padaku saat ini. Huft! "Kenapa apa?" Kamu pengen tanya? Kenapa aku nggak ngasih tau kalau aku beli rumah baru? Kan biar surprise, Sayang," sambar Mas Arkan seperti tanpa rasa canggung. Membuatku jadi salah tingkah. Ibu, Mayang, dan Mas Pram tampak tak terlalu suka mendengar bualan suamiku yang memang berlebihan kali ini. Bahka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN