“Tante Nay!” teriakan Sihan terdengar lantang begitu gadis kecil itu keluar dari mobil milik ayahnya. “Sayang ucap salam dulu, jangan teriak begitu,” tegur Mbak Hani pada bungsunya. “Assalamualaikum, Jihan, Mbak Hani,” sapa Nayyara begitu keluar dari dalam rumah. “Waalaikumsalam, maaf ya Mbak kalau anak-anak berisik,” ucap Mbak Hani sungkan. “Nggak pa-pa Mbak, malah ramai kalau ada anak-anak. Eh yang cantik satu ini siapa namanya? Kemarin kita belum sempat ketemu ya waktu tante main ke rumah.” Nayyara mengusap lembut kepala gadis kecil yang usianya lebih tua dari Jihan. “Annisa, Tante,” jawab sulung Mbak Hani sambil mengambil tangan Nayyara lalu mencium punggung tangannya. “Masya Allah, Annisa cantiknya.” Nayyara memeluk Annisa, entah kenapa hatinya tergerak begitu saja. “Tante, Si

