Chapter 31. Alasan

1393 Kata

Chapter 31 Alasan   “Kau membuatku ketakutan sayang,” bisik Austin tepat di telinga Amanda. Amanda memeluk sang kekasih dengan erat seakan ingin meyakinkan dirinya sendiri kalau saat ini dia masih hidup dan sekarang berada di sisi sang kekasih. Air mata Austin menetes di pipi Amanda, bukan air mata kesedihan tapi air mata penuh syukur. Amanda menangkup wajah Austin mencium lembut air mata yang tak sanggup disembunyikan oleh Austin. Bagi Austin memperlihatkan kelemahannya kepada orang yang dicintainya bukanlah dosa dan aib. Dia ingin Amanda melihat semua sisinya. "Dasar cengeng," goda Amanda. "Biarin." Austin tak peduli terlihat lemah di depan kekasihnya itu, "kau tahu kan. Aku lemah tanpamu, jadi jangan pernah berani meninggalkanku lagi." Mereka saling berpelukan dengan mesra. Men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN