Perawat mengikuti langkah dokter Alam dengan tergesa-gesa. Dia sudah menebak jika dokter Alam pasti akan sangat marah saat tahu keadaan Raksa. "Bagaimana mungkin kalian memilih tidak memberitahuku, sedangkan pasienku sudah sakit sejak semalam!" Alam mengungkapkan kemarahannya pada perawat. Dia adalah dokter yang mengusahakan banyak cara, agar pasiennya survive, penting baginya selalu memantau keadaan mereka. Tapi dia baru diberitahu pagi tadi untuk segera datang ke rumah sakit, padahal kondisi Raksa sudah memburuk sejak semalam. Tentu saja dia marah. "Maaf, Dokter!" Perawat itu tidak memiliki penjelasan, situasinya terlalu genting untuk memikirkan sebuah alasan. Saat akhirnya sampai di lantai lima, lorong menuju ruangan Raksa, mereka melihat dokter Fikar berlari menghampiri. Bisa d

