Dokter Luna ada jadwal operasi hari itu, seperti biasanya, dia harus melupakan masalahnya, karena ada tugas penting yang berkaitan dengan nyawa seseorang. Pada pukul dua siang, dia baru selesai dengan operasinya. Bukan hanya sangat lelah, tapi dia juga tidak dalam keadaan yang cukup baik. Berjongkok di depan ruangan ganti. Dia mengabaikan dokter lain yang menanyakan keadaannya. Tidak mungkin dia akan menjawab dengan jujur, jika dia tidak baik-baik saja. Akhirnya di duduk bersandar pada dinding dan memejamkan matanya. Lorong itu cukup sepi, dia ingin duduk sebentar hingga rasa pusingnya mereda. Jika kondisinya terus seperti ini, dia harus ambil cuti beberapa hari kedepan. Akan lebih berbahaya jika dia memaksakan diri mengoperasi pasien. Terkejut merasakan dingin di pipinya, dia lan

