Rehan lari pagi bersama putrinya. Ketika di depan rumah besar bercat putih, dia berhenti. Dia menoleh, melihat wanita yang sedang menyiram tanaman. Dia tersenyum lebar melihat wanita cantik itu. "Ayah ngeliatin apa?" Qila menoleh ke arah yang sedang ayahnya lihat. "Itu kan, tante Zahra. Tante!!!" Qila memanggil Zahra dan pergi menemui wanita itu. "Qila!" Panggil Rehan. Qila tidak memerdulikan ayahnya. Dia tetap menemui Zahra. "Eh, Qila rupanya, kirain siapa tadi," Zahra berhenti menyiram tanaman bunganya ketika Qila ingin bersalaman dengannya. "Assalamualaikum, Tante." "Waalaikumsalam anak cantik," balas Zahra sambil mengusap lembut rambut Qila. "Astaga anak itu," gumam Rehan. Mau tidak mau dia pun ikut menemui Zahra. Bukannya dia tidak ingin jumpa sama Zahra, melainkan dia malu da

