El menutup buku yang dia baca. “Pikiran kamu gak masuk akal,” jawabnya ketus. Padahal sebenarnya memang itulah yang terjadi tapi dia gengsi mengakuinya. “Yaa memang pikiran aku yang gak masuk akal.” Zahra beranjak ke sofa. Daripada ribut dengan suaminya mending dia membaca buku yang sengaja dia bawa dari Surabaya untuk menghiburnya di waktu luang. El melirik buku yang sedang istrinya baca. Dia salfok sama judul buku itu yang bertulis ‘Istri yang tidak diinginkan.’ “Ngapain kamu baca buku kaya gitu?” El merasa terusik dengan buku yang Zahra baca. Zahra menurunkan bukunya sehingga tampaklah wajahnya. “Buku ini sama kisahnya dengan aku, Mas. Jadi… mungkin buku ini bisa jadi titik terang untuk hubungan kita.” “Apa endingnya?” El jadi penasaran dengan akhir dari novel yang istrinya baca.

