Ini adalah waktu yang baik untuk pergi ke prom nanti malam. Dad tidak pulang, banyak urusan yang menantinya di kantor. Untung Zach bisa diajak kompromi. Andai saja dia mengatakan pada Dad bahwa Justin mengajakku ke prom, bisa-bisa dia murka. Dan jangan tanya apa yang akan dilakukannya. Zach berjanji akan menjaga jarak jika Justin sedang bersamaku. Seperti saat aku dan fighters lainnya mulai berkumpul satu meja di kafetaria. Pandanganku jatuh pada sosok Zach yang kini duduk sendirian tanpa ditemani oleh siapapun. Kadang aku merasa kasihan. Dia berpisah—mungkin lebih tepatnya berkhianat—dari kawannya dan sekarang duduk seorang diri. “Dengar-dengar Hillary datang lagi ke rumahmu?” Suara Cody membuatku mengalihkan pandangan seketika. Kutengok ekspresi Justin mendengar pertanyaan seperti itu

