"Aku mau percaya kalau kamu gak seperti yang aku bayangkan, sayangnya otakku ini tidak bisa menerima pengakuan seperti itu, otakku sudah berpikir kalau kamu seperti itu," ucap Hanna dengan datarnya berbicara. “Kan kamu bilang kalau kamu itu normal. Aku rasa wajar kalau kamu suka sama perempuan yang tadi, badan dia oke punya, lebih oke dari aku. Kalau sama aku yang kek gini aja kamu kepancing, ya apalagi kalau sama dia. Iya, kan? Lagian aku sama dia juga keliatan jauh banget. Its oke.” Hanna berbicara dengan d**a yang terasa sesak. Elov yang mendengar Hanna berucap itu menelan salivanya. "Tapi aku pilih-pilih juga! Aku gak suka sama yang terlalu agresif. Dan tadi, aku beneran gak kayak yang kamu pikirin,” ucap Elov tetap membela diri. Tidak ingin Hanna yang berpikir tidak-tidak akan dirin

