Hanna menatap layar ponselnya dan membaca pesan masuk dari Zachira. Hanna baru sempat membuka pesan itu karena Zachira mengirimkan pesan itu saat waktu sudah sangat larut dan dia sudah tertidur. "Om?" panggil Hanna. Elov yang melahap roti di tangannya itu memejamkan mata. “Aku bukan Om-om! Panggil aku, Mas! Sopan sedikit kamu jadi istri! Gak sopan ngatain suami, Om!” “Ya kan umur kamu tua,” jawab Hanna dengan entengnya dia berbicara. “Hanna!” “Iya, iya, Mas!” ucap Hanna. Elov membuang napas. “Apa?” Hanna langsung mengarahkan layar handphonenya itu pada Elov yang tengah menikmati sarapannya. "Ini, Raya, bukan?" tanya Hanna. Elov mengambil alih handphone di tangan Hanna dan melihat dengan seksama gambar di layar handphone itu. "Iya ... ini Raya, dia ke rumah kalian semalam? Sama A

