“Ehh Emm Sorry, Aku tidak melihat kedepan hingga menabrak pintu ini.” alasan yang sangat tidak masuk akal yang Denis lontarkan dan segera pergi dari dua manusia menyebalkan itu. “Hei manusia to*lol segera hentikan aksi m*sum mu itu, sebelum kesabaran ku habis.” Denis mengirim pesan singkat ke ponsel Alex. Ditempat lain, tepatnya di dalam taxi Leona menahan diri untuk tidak mengeluarkan air mata, karena begitu merugi jika dia menangisi pria yang tidak mencintainya. “Heh pelampiasan, jadi itu aku bagimu selama ini. Ok, semua sudah terjadi tidak ada yang perlu aku sesali, anggap saja aku sedang mencicil hutang ayahku padanya. Sekarang kita lanjutkan permainan ini dan selesaikan dengan baik.” ucap Leona dalam hati. “Mbak..ini kita mau kemana ya? Saya sudah dua kali muter di jalan ini.” sel

