Bab 19. Berserah

1667 Kata

Tommy melihat Vita sudah beberapa kali mengeringkan telapak tangannya yang berkeringat, sesekali memejamkan mata seperti sedang menenangkan dirinya. Alasan di balik Vita melakukan ini, sudah pasti diketahui penyebabnya oleh Tommy sendiri. Ucapannya sebelum jam kerja berlangsung, berhasil membuat Vita terkesiap dan termangu. Hanya tatapan Vita yang terus menatap Tommy tidak percaya dengan apa yang Tommy utarakan pada dirinya. “Kamu kenapa?” Vita berjengit, sedikit terkejut karena memang ia sedang melamun. “Ehh, tidak apa-apa, Pak.” Tuturnya setengah menunduk, pura-pura memeriksa maketnya. Malu, perasaan pertama yang menghinggapinya setelah mendengar penuturan Tommy. Bagaimana mungkin ia bisa menatap Tommy seperti sebelumnya setelah dengan lantangnya Tommy bertanya jika ia bersedia dijod

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN