Suasana private room sebuah restoran dimana Tommy dan Viona berada kini terasa hening. Tommy merasakan bebannya terlepas ada rasa lega yang membuat bahunya terasa ringan. Di sisi lain, seorang wanita yang tengah berpikir hidupnya akan berakhir bahagia justru mengalami kebalikannya. “Coba bilang sekali lagi.” Pinta Viona ingin menguji apakah pendengarannya salah barusan. “Tidak akan ada pernikahan di antara kita karena aku tidak mencintai kamu dari dulu, Viona.” Sesak, ini yang dirasakan Viona saat ini. Tidak pernah ada laki-laki yang menolak dirinya selama ini. Hanya Tommy satu-satunya pria yang tidak pernah menatapnya sebagai seorang wanita yang menggiurkan. Harga dirinya sungguh terinjak-injak. Amarah dalam dirinya tengah meluap. “Tapi kenapa, Tom? Apa kekuranganku?” “Bukan soal kek

