Tepat jam sepuluh malam, Shana sudah berada di depan rumahnya. Sambil menunggu pagar besar itu terbuka, dia menarik napas dalam. Mempersiapkan diri akan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi setelah ini. Sejak melarikan diri tadi siang, Shana memang belum kembali. Bahkan dia mematikan ponselnya, sengaja tak ingin diganggu. Begitu juga dengan Mala. Setelah mengantar Mala pulang, ia langsung menyalakan ponselnya. Benar saja, banyak panggilan tak terjawab dan pesan yang masuk. Bahkan ada nomor baru yang tak dikenal. "Kamu culik anak saya ke mana? Angkat telepon saya!" Shana meringis membaca pesan itu. Meskipun tanpa identitas, tetapi Shana tahu jika Guna yang mengirimkan pesan dari sembilan jam yang lalu itu. Tak ingin berlarut-larut, Shana kembali melajukan mobilnya begitu pagar rum

