Rosabella meringkuk di sudut ranjang yang luas. Ia tertidur setelah Adriel pergi. Namun, tidak ada kedamaian yang ditemukan dalam tidurnya hanya mimpi buruk yang membuatnya resah. Ia berada di koridor gelap mencoba mengejar Adriel yang semakin menjauh. Tiap kali ia berlari, lelaki itu semakin tidak tergapai olehnya, lalu datang seseorang tak dikenalnya dan menembak Adriel dan pria itu mati. Rosabella berteriak histeris dengan penuh rasa takut. "Rosabella bangun. Bangun." Gadis itu mulai terjaga masih melawan lengan-lengan yang memeluknya, lalu Rosabella melihat wajah Adriel di atasnya. Lelaki itu nampak gelisah saat mengangkatnya ke pangkuan, satu tangannya merapikan rambut lembapnya ke belakang wajah. Rosabella berusaha bernapas. Ia melirik ke sekeliling dan mulai sadar sepenuhnya. "

