37. Rahasia Liliana

1258 Kata

Henry menatap Bernard, mata abu-abunya memancarkan permusuhan sekaligus rasa takut. "Kenapa kalian berdua mengikutiku? Apa yang kalian inginkan dariku?" "Sebaiknya kita bicara di tempat yang lebih privasi lagi,"saran Bernard dengan sikap santainya. Henry pun menyetujuinya dan mengajaknya ke ruangan lain di dalam kedai itu. Ruangan tunggu kedai itu kecil hanya memuat sofa, satu meja, dan satu lemari pajangan kecil. Ruangan itu bau asap rokok dan bau minuman beralkohol. Mereka duduk di sofa berwarna merah yang sudah nampak lusuh. Henry duduk di kursi. "Siapa kamu sebenarnya?"tanya Bernard tanpa basa-basi lagi. "Aku Henry Ruthemore." "Kami sudah tahu nama Anda, Mr Ruthemore. Yang aku maksud jati diri Anda yang sebenarnya dan Anda bekerja untuk siapa?" "Kenapa kalian ingin tahu siapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN