35. Ceri dan Lilac

1428 Kata

Rosabella berjalan menyusuri koridor lantai dua menuju kamar Adriel. Jantungnya berpacu, tangannya berkeringat seiring mendekati kamar lelaki itu. Di depan kamar, ia menghembuskan napas panjang, lalu membuka pintu dan melangkah masuk. Rosabella menutup pintu kamar. Ia menatap Adriel dengan tatapan sedih. Air matanya kembali menetes. Gadis itu begitu takut kehilangan Adriel. Rosabella duduk di samping tempat tidur sambil terus memandangi pria yang tak sadarkan di hadapannya. Digenggamnya tangan Adriel. "Kamu harus sembuh. Apa kamu dengar pokoknya kamu harus sembuh." Rosabella mencium tangannya dan memeluknya di wajah. Rasa bersalah kembali menyelimuti perasaannya. "Maafkan aku. Ini semua karena masalah yang datang kepadaku, jadi kamu terkena dampaknya." Air matanya kembali merebak dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN