22. Pengakuan cinta Adriel

2344 Kata

Adriel berdiri kaku di ruang keluarga. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Matanya memandang keluar jendela. Malam ini cuaca cerah. Sembrurat merah sudah menghiasi langit. Sekelompok burung terbang melewatinya. Ia sedang menunggu ibunya untuk pergi ke pesta ulang tahun Arthur. Bayangan Rosabella segera memenuhi pikirannya lagi. Sejak kejadian di kandang kuda, ia belum melihat gadis itu lagi. Ia memang sedang disibukkan oleh pekerjaannya mengurus perkebunan yang banyak menyita waktunya dan latihan memanah bersama salah satu sepupunya yang baru kembali dari India dan menghabiskan waktu bersama wanita-wanita di kedai minuman. "Akhirnya kamu memutuskan untuk tidak mengurung diri lagi di kastil tuamu itu,"kata Francis. Adriel menegak birnya. "Aku mencoba kembali memulai hidupku yang b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN