Arthur berada di penjara di ruang bawah tanah yang gelap bersama kusirnnya. Satu-satunya pencahayaan berasal dari lampu minyak yang ditempelkan di dinding berbatu. Ia tidak tahu apakah hari sudah malam atau siang. Sejak ia masuk penjara tidak banyak kegiatan yang ia lakukan hanya tidur dan tidur. Di ruang bawah tanah beraroma bau apak dan lembab. Sesekali tikus lewat di depannya dan lari ketakutan begitu melihat Arthur. Tempat tidur kecil dengan kasur yang sudah lepek membuat tidurnya tidak nyaman dan membuat tubuhnya sakit semua. Kusirnya berada di penjara di sebelahnya. Sejak mereka masuk, Arthur tidak mendengar suara kusirnya yang sudah bekerja padanya selama sepuluh tahun dan pria itu sekarang sudah tidak muda lagi. "Apa kamu baik-baik saja?"tanya Arthur cemas. "Saya baik-baik saja,

