Sinar terang matahari membangunkan Rosabella dari tidur nyenyaknya. Ia membuka kelopak matanya perlahan-lahan dan menoleh ke arah cahaya yang menyilaukan dari jendela yang tirainya sudah terbuka. Ia bangun dan dahinya mengernyit begitu kakinya menginjak lantai yang dingin. Gadis itu memakai gaun mahal dari bahan beludru ringan berwarna abu-abu tua. Rambut panjang coklatnya tergerai. Rosabella duduk di kursi meja riasnya dan menyisir rambutnya sambil memikirkan kembali hubungannya dengan sang Duke. Selama dua hari terakhir ini kenangan bersama Adriel mungkin tidak akan pernah Rosabella lupakan, tapi ia sudah mengambil keputusannya untuk mengakhiri hubungan itu, meskipun mereka baru memulainya. Gadis itu sudah siap, jika Adriel akan sangat marah padanya. Rosabella menganggap hubungan mereka

