Bab 22

2207 Kata

Aula hotel Cendana memang sudah biasa dijadikan tempat seminar untuk para pebisnis. Farhana mengedarkan pandangan mencari sosok pria yang akan memberinya kejutan. Nesya tak mau kalah, dia pun mengedarkan pandangan mencari sesosok beruang kutub yang tampan.  Ruangan bernuansa coklat khaki itu tertata ratusan kursi dengan panggung yang sedikit tinggi di bagian depan. Juga layar besar yang diberi cahaya dari infocus. “Han, kamu nggak salah tempat, ‘kan?” tanya Nesya.  “Bener, Nes.” Farhana menatap layar ponselnya. “Tuh lihat.” Dia menunjukkan alamat yang tertera dari Gias.  Nesya iri melihat Gias menghubungi Farhana, memang Gias tak ada kepentingan apa-apa dengannya, kalau bukan Farhana yang memintanya ke tempat ini, mungkin dia juga tidak akan lagi bertemu Gias, setelah kejadian tempo ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN