Part 32. Kejahilan Yang Tiada Berakhir Hujan turun dengan begitu lebat. Suasana begitu mencekam ditambah dengan petir dan gemuruh yang terus berbunyi dengan nyaringnya. Di malam yang mencekam tersebut, Fita menambah suasana di dalam kediaman seorang selir Yi Fan semakin mencekam. Xo Nia. Wanita itu terlihat meringkuk di atas kasur dengan punggung yang menempel ke dinding. Matanya bergerak liar ke sana ke mari. Ketika petir terdengar wanita itu menutup telinganya erat seraya berteriak. Prangg! Mata wanita itu kembali bergerak ke sana ke mari. Pecahan kaca tersebut membuat jantungnya semakin berpacu cepat. Nafasnya tersengal-sengal saking takutnya dia. Xo Nia mencengkram erat selimutnya. Air mata merembes membasahi pipinya. Malam ini, merupakan malam terburuk baginya. Matanya membulat

