Part 22 -Siksaan (2)- Fita melahap buah apelnya dengan santai sembari menikmati pemandangan yang tersaji di hadapannya. Musuhnya sedang terkulai lemas dengan darah yang masih belum mengering. Setelah buah apelnya habis, ia membersihkan telapak tangannya dengan sapu tangan. "Sekarang waktunya bermain~" riangnya seperti anak kecil. Mengenai ucapannya sebelumnya. Tentang memakan daging dan meminum darah Ming Ming, dia hanya berbohong. Mana sudi dia memakan daging manusia dan meminum darah manusia. Lebih baik dia mati kelaparan dan kehausan daripada melakukan hal menjijikkan itu. Fita yang tadinya tampak bersemangat menjalankan aksi penyiksaannya menjadi terhenti ketika melihat kondisi memprihatinkan Ming Ming. Ia mengurungkan niatnya. "Huh, untuk hari ini aku akan berbaik hati dengannya."

