Bab 43

1284 Kata

"b******k!"       Aku langsung menyeret Gara keluar, tidak ingin Rara melihat orang yang pernah melukai nya. Aku takut ia sampai kembali tidak sadarkan diri lagi. Melihat kondisi nya yang baru sadar dan pulih dari koma panjangnya.        Ku cengkram kuat kerah baju nya menempel dindung tembok yang dingin. "Mau apa loe kesini?" suara pelan namun tegas. "Belum cukup loe nyakitin Rara?" aku mulai geram melihat ekspresi wajah si b******k itu yang tidak menunjukan perlawanan,  seperti patung hidup.       "Kurang ajar!" ku tonjok pipinya hingga tersungkur di lantai. "Katakan!" satu pukulan mendarat lagi di wajah Gara yang masih diam tidak memberikan reaksi.         Gara kini tersenyum miring, menatap wajahku yang penuh amarah. "Rara ternyata udah sadar. Syukurlah," ucapnya dengan memandang w

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN