Baru saja Revano akan membuka mulutnya untuk memberikan keputusannya. Namun suara pintu berderit pelan membuat ia harus menghentikan niatnya. Kareen dan Revano langsung mengalihkan perhatian pada pintu yang mulai terbuka. Seorang bocah menyembulkan kepalanya dengan taku-takut dari balik pintu yang besar itu. Bocah itu menatap Revano dengan sedikit ragu. Dari ekspresinya, dapat diketahui bahwa ia menyimpan sesuatu yang ingin disampaikan. "Ada apa, Bran?" tanya Kareen yang tampak bingung dengan kehadiran Bran. Begitu juga dengan Revano yang menatap bocah itu dengan ekspresi yang menyiratkan bahwa ia siap mendengarkan apa pun yang akan disampaikan si bocah berambut hitam legam itu. "Ak ... Aku ...," ucap Bran ragu. Bocah itu sedikit gelisah karena menahan rasa takutnya. Kakinya bergerak-g

