Setelah Alea meninggal hidup Arka hampa. Tak ada wanita ceroboh yang menghantui kehidupannya. Arka tak punya gairah untuk hidup, meskipun sekarang dia sudah memilik dua putri cantik yang sangat mirip dengan Alea. Arka menamainya Aluna Putri Atmajaya dan juga Alana Putri Atmajaya. Kedua bayi mungil itu diurus oleh keluarga Alea. Walau Arka ingin menolak keputusan itu karena dia ayahnya, perkataan Edgar membuat Arka mundur. "Lo pembunuh! Jangan harap Aluna sama Alana bisa tinggal dengan seorang pembunuh!!" Ia adalah pembunuh. Berhari - hari ucapan Edgar terus menghantuinya. Toktok. Arka membuka pintu kamarnya, ternyata Silla lah yang mengetuk kamarnya. "Ka, ada yang mau gue bicarain sama lo." Arka hanya diam, ia hilang arah setelah kepergian Alea. Silla duduk dihadapan Arka. Laki -

