34. Tentang Dia

1823 Kata

Keduanya memasuki kamar hotel, Sandi masih sama sekali tidak ada niatan berbicara. Listya memaksa Sandi agar suaminya itu duduk di tepi ranjang, suaminya sepertinya masih tersulut emosi. Listya pun tidak berniat menjelaskan sebelum mengobati luka Sandi karena menurutnya mengobati luka Sandi jauh lebih penting ketimbang penjelasan-penjelasan yang seharusnya tidak perlu dijelaskan karena hal itu sama sekali tidak penting dan tidak akan berpengaruh terhadap hubungan mereka ke depannya. Namun, entahlah, sepertinya Sandi tetap membutuhkan penjelasan itu, dilihat dari gelagatnya yang tengah menahan marah. Setidaknya Listya merasa beruntung karena Sandi tidak melupakan emosinya dengan membanting barang-barang hotel di sini, bukannya ia takut kalau barang hotel akan rusak. Ia khawatir kalau luka S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN