Tap ... tap ... tap .... Derap langkah kaki membuat seorang pria berpakaiannya serba hitam itu tersenyum, tanpa perlu membalikkan tubuhnya ia sudah tahu siapa yang kini datang. Siapa lagi kalau bukan anak buahnya yang awalnya sudah berhenti dari sini kemudian dia akan kembali lagi ke sini? Pria itu tersenyum miring, ia yakin sekali seseorang di belakangnya ke sini karena memiliki tujuan yang sama. Yaitu membalaskan dendam pada seseorang dan ternyata seseorang itu memang cukup terlibat masalah dengannya. Pria yang masih misterius itu membalikkan tubuhnya untuk menatap ke arah seseorang itu, tak perlu bersusah payah ia menyapa dengan ramah karena ia tahu pria itu gak suka berbasa-basi. "Selamat datang kembali, Ravino," ujar pria itu yang ternyata tak tahan untuk menyapa si anak buah kesay

