58. Menepati Janji

2065 Kata

Listya menangis histeris ketika mendengar kalau Sandi masuk rumah sakit, ia dan juga mertuanya beserta adik iparnya langsung pergi ke rumah sakit dengan diantara oleh sopir pribadi. Selama perjalanan menuju rumah sakit, Listya tak henti-hentinya meneteskan air matanya, hal yang sedari awal ia takutkan akhirnya terjadi. Di mana suaminya terluka dan masuk rumah sakit, dalam hati Listya berdoa semoga saja suaminya baik-baik saja. Semoga saja tidak ada luka serius karena Papa Serdi sama sekali tidak memberitahu kalau Sandi masuk rumah sakit, tetapi tidak mengatakan bagaimana keadaannya. Ternyata, meskipun kata-kata positif itu ia rapalkan dalam hati, tetapi sama sekali tidak membuatnya tenang. Saat ini ia tetap merasa khawatir, beribu doa ia rapalkan dalam hati. Berharap Yang Maha Kuasa mau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN