Taksi yang Listya tumpangi berhenti di sebuah taman yang tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa anak kecil yang tengah bermain di sana. Untung saja tadi ia membawa dompet sehingga ketika turun, ia bisa langsung membayar supir taksi itu tanpa perlu menyusahkan orang lain. Wanita itu berjalan tak tentu arah hingga akhirnya ia menemukan sebuah bangku di tempat yang sekiranya cukup sepi, ia duduk di sana dengan tatapan yang tak terbaca. Begitu banyak yang ia pikirkan hari ini, apalagi kalau bukan masalah rumah tangganya? Melihat pemandangan tak mengenakkan tadi membuat Listya jadi meragu kalau Sandi mencintainya. Mungkinkah selama ini ia salah memberi kesempatan kedua pada Sandi? Entahlah. Sandi dulu pernah selingkuh, apakah mungkin kejadian masa lalu akan terulang? Tidak ada yang bisa menj

