Kedua anak buahnya itu langsung mendorong orang yang sudah menyebabkan istrinya cemas itu di lantai hingga berlutut di hadapannya. Pria itu tidak berani menatap Sandi karena ia begitu cemas sekali dengan keadaannya nanti, apakah ia akan selamat nantinya? Sedangkan sang bos yang menyuruhnya sudah menjanjikan keselamatan baginya jika sampai ia tertangkap asalkan ia tidak mengatakan hal yang sebenarnya mengenai siapa orang yang menyuruhnya untuk melakukan teror itu pada Listya. Sandi sendiri menatap tajam pria yang tengah berlutut di bawahnya itu, ia tidak akan pernah memaafkan siapa saja yang sudah mengusik hidupnya, apalagi sampai membuat istrinya merinding ketakutan setiap hari karena teror-teror itu. Sandi menunduk, dengan wajah datarnya ia menarik kerah baju pria yang tengah berlutut i

