Rio membolak balikan berkas berkas di tanganya. Kalau kalian berfikir Rio berada di kantor. Salah besar. Semenjak sakit yang nggak terlalu parah parah banget. Bapak dua anak itu melimpahkan pekerjaanya di rumah. Katanya males ke kantor. Nggak ada yang seseger istrinya yang lagi hamil. Rio menggelengkan kepalanya pelan. Matanya melotot melihat data data keuangan perusahaan. Gila sih ini. Kenapa data keuangan nggak cocok begini. Siapa yang berani beraninya korupsi. Belom pernah kena bacok itu si koruptor. Sabar Rio sabar batin Rio sambil mengelus dadanya. Nggak bakal bagkrut ini kantornya. "Daddyyyy Mommy di nana? Tok ndak da?" Tanya Nate tiba tiba grasak grusuk dan menaiki sofa. "Bukanya Mamah sama Kakak ke supermarket. Nate lupa?" Rio melihat sekilas anak keduanya yang bisa di bilan

