Rio menatap kedua putranya tajam. Terlebih kepada Nate yang cekikikan tanpa rasa bersalah. Bener bener itu anaknya. Anaknya bukan sih? Bandelnya sampai ke DNA. "Daddy kan sudah bilang. Kalau sudah selesai main. Di taruh di tempat semula. Gimana tadi kalau Mommy bener bener kepleset terus jatuh. Terus adek kalian brojol di waktu yang nggak tepat. Lebih parahnya kalau Mommy kalian keguguran? Bisa mati Daddy." Ceramah Rio panjang lebar. Di dalam hati Rio menepuk d**a bangga. Sudah keren belum dia? Udah kayak bapak beneran kan? Memangnya dia cuman bisa jadi bapak yang di bully anaknya aja. Dia juga bisa berwibawa. Nate dan Mike senggol senggolan. Lalu mereka tertawa kencang sambil berbisik bisik. Rio mengacak rambutnya frustasi. Gila dia gila! Nggak seharusnya dia ceramah sama anak umur

