"Lo? Sejak kapan di sana?" Rio menunjuk Felicia, mantan pacarnya, antara marah, kesal, pengen ngeluarin rasengan, dan kame kameha bercampur jadi satu. Dia berdiri di hadapan Felicia yang tersenyum manis. Huh.. iyalah! Kalau udah jadi mantan aja manis. Waktu pacaran boro boro manis, cih! "Aku nggak ada niatan apa apa kok." Jawab Felicia santai, mengorek tasnya dan mengabaikan Rio yang memasukan kedua tanganya di saku celana. Dan juga mata Rio yang menatap Felicia sinis. "Kalau mau masuk, ketuk pintu dulu. Istri gue kan jadi salah paham." Omel Rio memijit kepalanya yang pusing. Gawat nih kalau beneran ngambek. Kena talak tilu ntar. "Aku udah ngetok Rio, tapi nggak ada jawaban ya aku masuk aja. Tapi kamu asik ngobrol sama istri kamu." Felicia menyodorkan undangan dengan warna emas itu y

