Kenapa dengan wajah nya?

832 Kata
Pagi hari biasa nya indah selalu rajin memasak untuk ayah nya dan juga mamah ny tentu saja. Bagas papah nya indah hanya bisa makan bubur. Dan itu pun akan memakan waktu lama untuk pak bagas bisa menghabis kan setengah mangkuk bubur. Pagi ini indah hanya memasak bubur untu papah nya. Indah tidak memperduli kan perut lapar nya dan badan yang terasa remuk redam akibat sikasa'an ibu nya kemarin. Setelah selesai memasak bubur untuk papah nya. Indah segera masuk ke kamar papah nya membawa bubur yang baru saja ia masak. Indah menyuapi papah nya dengan telaten. Ayah nya benar benar tak bisa menggerak kan badan nya. Kecelakaan yang menimpa bagas itu begitu parah. Hantaman benda keras di bagian tengkuk nya membuat semua anggota tubuh bagas tak bisa di gerak kan. " papah cepat sembuh. Biar ada yang sayang sama indah. Kalau papah gak sembuh sembuh. Siapa yang akan sayang sama indah pah." indah berkata sambil terus menyuapi bubur untuk papah nya. Wati yang saat itu sudah bangun dan merasa lapar langsung bergegas ke dapur. Tapi wati tak mendapati makanan apa pun di dapur. " indah... Indah. " teriak wati. Namun bukan indah yang keluar, melain kan ryan anak sulung nya. " mamah apa an si. Berisik banget pagi pagi gini." " anak sialan itu memang gak bisa di kasih hati." " maksud mamah apa lagi? Ada apa dengan indah?" ryan tau siapa yang mamah nya anggap anak sialan. " jam berapa ini? Dia belum juga masak untuk kita orang makan. " ucap wati dengan sedikit meninggikan suara nya. " hari ini mamah makan di luar saja. Biar kan indah istirahat. Apa mamah lupa kemarin mamah sudah menyiksa nya?" ryan mengulur kan uang pada wati. Setelah nya ryan pergi keluar. Ryan pun tak betah lama lama di rumah. Suara gaduh ibu nya terus saja mengusik istirahat nya. Wati berjalan menghampiri indah yang tengah merapikan tempat tidur papah nya. Wati bersedekap di depan pintu kamar yang di tiduri bagas suami nya. " jadi kamu hanya mementing kan papah mu yang lumpuh ini begitu? Kamu tidak memikir kan orang yang sudah melahir kan mu kelaparan atau tidak?" sungut wati pada indah yang nampak tak perduli pada nya. " jawab indah." teriak wati sudah tak bisa menahan emosi nya. Indah berbalik menghadap mama nya. " mah, indah sudah tidak punya uang untuk membeli bahan makanan. Indah belum dapat pekerjaan. Kalau mama lapar mamah bisa makan bubur yang ada di panci. Cuma itu yang bisa indah masak." ucap indah yang nampak lelah terus terusan di tekan wati ibu nya. Wati melihat wajah indah yang mem biru di sana sini. Jalan nya pun terlihat tertatih. Namun wati mencoba tak peduli. " kamu pikir aku orang lumpuh seperti papah mu? Aku tidak sudi me makan makanan orang lumpuh." ucap wati yang melangkah kan kaki nya pergi meninggal kan indah dan bagas suami nya. " pah. Indah pergi cari kerja dulu yah pah. Papah baik baik di rumah. Do'a in indah dapet kerjaan hari ini. Biar bisa beli obat buat papah. " Indah pamit pergi pada papah nya. Setelah ber pamitan indah mengambil tas kecil nya dan pergi keluar rumah. Indah menyusuri setiap restaurant dan kafe di setiap sudut jalan yang ia lewati. Namu belum juga mendapat hasil. Saat indah melewati sebuah perusahaan besar indah ingin mencoba peruntungan nya di sana. Indah melihat ada beberapa office boy yang tengah istirahat seperti nya. Indah berjalan menghampiri office boy itu. " maaf mas. Boleh nanya gak?" tanya indah sopan pada salah satu office boy di sana. " tanya apa neng?" laki laki itu nampak kasihan melihat indah yang wajah nya banyak lebam dan membiru. " apa di sini ada lowongan pekerjaan mas? Saya lagi cari kerjaan mas " " waduh neng. Kayak nya lagi gak ada lowongan deh." ucap sang office boy itu. " ya sudah mas. Makasih ya. Saya permisi." Indah pergi menjauh meninggal kan perusahaan itu. **** Di perusahaan Alex tengah menatap berkas berkas yang tertumpuk di meja. Pekerjaan nya selalu saja menumpuk. Di usia nya yang sudah tiga puluh delapan tahun ini. Alex justru semakin di sibuk kan dengan dokumen dokumen yang terus menggunung di meja kerja nya. Drttt drrttt Ponsel alex menerima pesan. Alex membuka pesan itu. Ternyata dari anak buah siska yang du utus untuk mengawasi indah. Beberapa foto indah masuk ke dalam ponsel alex. Alex merasa ngilu melihat wajah indah yang banyak lebam dan biru biru. " kenapa dengan wajah nya? Apa ada yang menyiksa nya?" gumam alex yang terus mengamati foto demi foto yang anak buah nya kirim kan. Setelah di rasa cukup alex segera menghubungi anak buah nya. " cari tau apa yang terjadi dengan nya. Jangan ada yang terlewat. " perintah alex. " siap bos. " ucap anak buah alex di sebrang. Entah apa yang akan alex lakukan. Alex sendiri belum tau kenapa ia begitu peduli pada indah. Alaex hanya bertemu sekali dengan indah. Namun ada perasaan lain yang menyusup ke dalam hati alex. Mungkin hanya sekedar perasaan iba atau kasihan. Begitu pikir alex.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN