Indah

817 Kata
Plaaaakkk. Suara tamparan menggema di dalam kamar indah. Indah tersungkur ke lantai. Sudut bibir nya ber darah. " mah, maafin indah mah. Jangan pukul indah lagi mah. Sakit. Hiks hiks hiks." " dasar anak gak tau di untung. Kalau kamu gak mau di pukul harus nya kamu nurut sama mamah." " indah selalu nurut sama mamah. Tapi indah gak bisa nikah sama laki laki itu mah. Umur nya aja lebih tua dari papah mah. " " dasar bodoh. Apa kamu gak lihat? Apa kamu buta? Papah kamu lebih muda dari laki laki itu tapi papah kamu sudah lumpuh dan tidak bisa melakukan apapun. Tapi laki laki tua itu bisa menghidupi kita semua kalau kau mau menikah dengan nya. " Indah hanya bisa menangis tersedu di pojokan. Mama nya selalu memaksa indah untuk menikah dengan budi si tua bangka kaya raya. Ayah nya yang setahun lalu mengalami kecelakaan kini lumpuh total dan tak bisa bicara. Indah sudah lulus sekolah setahun lalu. Indah tidak bisa melanjut kan pendidik kan nya karna keterbatasan biaya. Setelah ayah nya lumpuh hanya indah yang bekerja di sebuah cafe. Kakak nya bernama ryan bekerja di sebuah club malam sebagai bartender. Sifat kakak nya sama seperrti ibu nya, serakah. Hanya pak bagas ayah nya yang menyayangi indah. Tapi kini pak bagas lumpuh, tak bisa melakukan apapun. " indah.. Indah.." teriak ryan saat baru pulang dari pekerjaan nya. Ryan sudah biasa pulang dalam kondisi mabuk. " apa sih kak, ini sudah malam jangan tetiak teriak. Malu sama tetangga." " emang tetangga ngasih makan kamu? Peduli setan dengan tetangga." ucap ryan sinis " buat kan aku makanan. Aku lapar." Ryan memijit kepala nya yang pusing. " kakak di rumah cuma ada mi instan. Kaka mau? " " kenapa kamu gak masak? " sewot ryan lagi. " kak, uang indah sudah di pakai buat bayar obat papah. " " dasar gak berguna. Di suruh nikah sama orang kaya malah nolak. Sok sok an sih. Kalau kamu kelaparan baru tau rasa. " kesal ryan pada indah. Ryan bergega masuk ke kamar nya enggan berdebat dengan indah. Pagi hari indah berangkat bekerja seperti biasa. Sebelum indah pergi ia akan memastikan bahwa kondisi papah nya baik baik saja. " pah. Indah pergi kerja dulu ya. " pamit indah pada sang papah. " udah tau bisu masih saja di ajak ngomong." sinis wati mamah nya indah. " mah, mamah kok ngomong gitu? Papah pasti sembuh suatu hari nanti mah." " terserah." wati enggan berdebat dengan indah. Wati masih kesal dan jengkel pada anak nya itu yang menolak di jodoh kan dengan laki laki kaya. " ya udah. Indah kerja dulu mah." Wati tidak menjawab. Sibuk dengan majalah di tangan nya. Indah berangkat kerja dengan jalan kaki. Indah harus berhemat mengatur ke uangan. Karna hanya diri nya yang bekerja. Ryan kakak nya tidak pernah membantu urusan kebutuhan rumah. Entah kemana uang penghasilan ryan. Indah sering kali putus asa saat memikir kan kehidupan nya. Hutang yang menumpuk dan bunga pinjaman yang sudah bermekaran. Tidak sedikit uang yang di habis kan untuk pengobatan papah nya. ***** Di tempat lain. Laki laki dewasa dengan wajah yang rupawan tengah meeting dengan orang orang dari banyak perusahaan. " maaf pak alex, ibu anda menelfon terus dari kemarin pak." siska sekertaris alex berbisik. " biar kan saja." ketus alex. Alex melanjut kan meeting nya. Hingga tak terasa waktu sudah jam makan siang. Setelah meeting selesai alex memutus kan makan siang di cafe terdekat. Perut nya sudah lapar karna dari pagi belum makan apapun. Baru saja duduk di kursi cafe tersebut tiba tiba salah satu pegawai cafe menumpah kan satu gelas jus jeruk ke kemeja dan jas nya. " maaf tuan maaf. Saya ngak sengaja. Maaf." ucap indah dengan tangan nya yang mengusap kemeja alex mencoba membersih kan jus jeruk itu. Alex hanya diam tak mengatakan apapun. Ingin marah, tapi alex melihat itu tidak di sengaja. Ada anak kecil yang menabrak nampan yang di pegang indah. " indah. Kamu itu gimana si? Kerja gitu aja gak becus." teriak manajer cafe tersebut. " maaf pak. Maaf atas ke tledoran pegawai saya. Saya akan menyuruh orang untuk membersih kan kemeja bapak." ucap sang manajer pada alex. " ikut saya indah." teriak manajer itu lagi yang langsung menarik tangan indah untuk mengikuti nya. Alex hanya memperhati kan setiap tindakan sang manajer pada pegawai nya. Dan saat ada seseorang yang datang untuk membersih kan kemeja nya, alex menolak. Alex masih mengamati sang manajer yang memarahi indah. Indah nampak memohon dan berlutut di lantai. - seperti nya dia di pecat. - batin alex. Alex yang melihat banyak drama di dalam cafe itu pun merasa kenyang sekarang. Bahkan sebelum alex memesan makanan atau pun sekedar minuman Alex bergegas meninggal kan cafe itu. Alex muak melihat tingkah manajer cafe itu yang terlihat kejam pada pegawai nya. * Setelah insiden itu indah benar benar di pecat. Hanya karna kecelakaan kecil yang tak indah sengaja itu indah kehilangan pekerjaan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN