Part 26

1014 Kata

Dalam sebuah kamar dengan nuansa putih, kini Arnold tampak sibuk dengan laptop di atas pangkuannya. Kedua matanya meneliti angka-angka yang tertera pada layar laptopnya. Sesekali pria itu tampak membolak-balik lembaran kertas yang ia taruh di samping tempat tidurnya. Hari telah beranjak malam, bahkan jarum jam telah berdenting yang menandakan telah lewat tengah malam. Namun sekali lagi pria itu tak peduli. Kedua matanya terasa sulit untuk terpejam, karena saat ia memutuskan untuk tidur justru yang didapatinya hanya mimpi buruk. Lingkaran hitam di sekeliling matanya tampak sedikit mengganggu pemandangan orang yang melihatnya, meski hal tersebut tak mempengaruhi kharisma yang dimilikinya. Semerbak aroma vanila yang lembut perlahan mulai tercium oleh hidungnya, wangi yang sarat akan aroma k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN