Matahari pagi Nagaraja menyengat kaca jendela raksasa di Sektor 7, namun suasananya tetap sedingin es. Virian Pratama terbangun dari istirahatnya yang tidak bisa disebut istirahat. Hanya dua jam memejamkan mata, itu pun dihantui oleh bayangan Kael yang duduk di kursinya dan tangis Karina yang menolak kehadirannya. Ia berdiri di depan cermin besar di ruang ganti yang dilapisi marmer putih. Jemarinya yang gemetar mengancingkan kemeja linen putih bersih—pakaian yang seharusnya memberikan kesan tenang, namun bagi Virian, kemeja itu terasa seperti seragam perang. Ia menatap pantulan dirinya, mencoba mencari jejak "Vir", pria sederhana yang dulu bisa tertawa lepas di toko bunga Karta. Namun, yang ia temukan hanyalah seorang CEO PGG yang terjepit di antara dosa masa lalu dan ancaman kakaknya, Ka

