Setelah kepergian Shiera, Althea langsung melangkah mendekati Irhea. Ekspresinya terlihat rumit. Itu perpaduan antara heran, tidak habis pikir, mengejek dan juga kesal. “Kau ini bodoh atau apa? Bagaimana kau bisa mengajaknya berduel?” tanya Althea. “Apa urusannya denganmu?” Irhea sama sekali tidak peduli. Althea langsung mendengkus. Dia berdehem. “Kekuatannya jauh di atasmu. Ini sama saja seperti kau sedang bunuh diri,” ucapnya dengan sedikit mengejek. “Kita tidak tahu apa yang terjadi di masa depan. Mungkin sekarang aku masih sangat lemah. Namun, aku akan membuktikannya, bahwa aku bisa menjatuhkan wanita sialan itu,” desis Irhea dengan datar. Althea menggeleng jengah. Sudah satu tahun lebih dia menjadi teman sekamar Irhea. Sejujurnya dia benar-benar tahu bagaimana kemampuan Irhea seb

