“Kalian pergi saja sekarang. Aku akan merawat muridku terlebih dahulu,” ujar Eukela pada guru-guru yang ada di sana. Mereka langsung setuju dan mulai membawa tuan kota Melorie ke akademi, sementara Eukela kembali fokus pada Irhea yang terluka. “Apa yang sudah orang itu lakukan?” tanya Eukela sambil mengamati kedua kaki Irhea yang sudah berdarah-darah. Pakaiannya Irhea juga penuh noda darah dan juga tanah yang basah. “Orang itu menyeretku ke sini, entah dia akan membawaku ke mana. Untungnya aku bisa membalikkan keadaan dengan memanfaatkan tanaman oak di sini,” balas Irhea dengan suara yang lirih. Sebelum ini dia masih merasa sedikit lebih baik. Namun, setelah orang-orang itu pergi, rasa lelah yang luar biasa langsung menyerang jiwanya. “Guru, aku ingin tidur ….” Eukela segera bergerak

