“Yo...Yoyo..” Panggil dinda sembari menyisihkan nasi goreng ke piring kosong. Lalu ia tak lupa meletakan telur setengah matang di atasnya. Setelah Dinda pun menyiapkan teh lemon hangat kesukaan Yoyo. Pria ini membenci kopi, ia merasakan jantungnya tidak nyaman jika harus minum kopi pagi-pagi. Namun yang dipanggil masih belum ada tanda-tanda merespon panggilannya. Dengan segera Dinda melepas celemek yang ia gunakan lalu masuk ke kamar. Yoyo terlihat masih terlelap dengan pulasnya, ia tampak begitu lelah. Dengan pelan Dinda mengusap kepala Yoyo dan memberikan ciumannya. “Heii. Kamu ga ke kantor?” dinda memainkan pipi Yoyo. Hanya erangan tak jelas yang terdengar dari mulut Yoyo, ia malah menutupi wajahnya dengan selimut. Dinda tersenyum geli melihat tingkahnya, ia pun memilih untuk menciu

